Pushpitha Wijesinghe is an experienced independent freelance writer. He specializes in providing a wide variety of content and articles related to the travel hospitality industry.
Posts Tagged ‘Donatur’
Sri Lankan Batiks : Where culture and beauty collide
November 26th, 2009Sri Lanka is full of life and colour, and it is imparted in some of the native clothing styles as those of Batiks. These multi-coloured, kaleidoscopic explosions are sure to make impressions on beholders and wearers alike.
An art brought forth from Indonesia, with decades worth of refining it to suit the culture and likings of Sri Lanka, it has safely been established as a way of life and a loved craft of the island. This art, which is derived by the Indonesian word Ambatik that means to say dotted clothes, is a wax-resist textile dyeing technique that utilises an artisans skills to arrive at a masterpiece on clothing.
This cottage industry however, has evolved to suit the changing times, and has come a long way from its migration into Sri Lanka from the other Asian subcontinents as well as a cultural country that is as far away as Egypt. The craft of Batik includes paintings made on cloth utilising dyes and dye resistant wax substances in order for these exquisite artworks come to life without colours seeping into one another. These hand drawn marvels are exquisitely manufactured to ensure the finest quality.
Many of Sri Lanka Batik works are seen in wall paintings, but with increasing demands, this craft has hit the retail market with the onset of popular fashion designer utilising this ancient art to finesse their skills. The rise of fame of Buddhi Batiks, this designer brand has brought new light into the retail industry of Batiks, with popular designs moving towards more cloth types such as silk, georgette, chiffon and more.
The art of Batik can be found all over the paradise isle of Sri Lanka, with many of the Colombo boutiques catering to the cultural clientele. Make sure explore this brilliant art craft when discovering the beauty of Sri Lanka. Travel the island by gaining insight from the likes of Truly Sri Lanka, a Sri Lanka travel portal that showcases many of the countrys beauty and elegance.
Batik, Jawa, Indonesia & Asia
March 30th, 2009Batik merupakan warisan leluhur nenek moyang bangsa Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada dan harus kita jaga dgn cara bangga menggunakan pakain dgn corak batik. Kita harus bangga menjadi orang indonesia terlebih sebagai orang jawa, karena Batik (atau kata Batik) adalah berasal dari bahasa Jawa yg memiliki arti menulis dan titik. Batik Bahasa Inggrisnya adalah wax-resist dyeing. (update : Batiks.Asia also supports Batik Asia SEO contest in improving the quality of human resources in Indonesia to market via the Internet . For young Indonesia Follow Batik Asia SEO contest)
Hal Ini menunjukkan bahwa orang-orang Jawa tempoe doeloe memiliki jiwa intelektual dan karya seni yang tinggi. Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto,yang pada waktu itu mengenakan pakaian batik saat Konferensi PBB.
Batik adalah kerajinan tangan bernilaikan seni yg tinggi dan telah lama menjadi bagian dari perjalanan budaya Indonesia (khususnya Jawa) .
Pada zaman dulu ketrampilan batik adalah pekerjaan eksklusif bagi wanita jawa. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif batik dapat dikenali berasal dari batik keluarga dan daerah tertentu.
Seiring dengan perkembangan zaman, dengan hadirnya Batik CAP memungkinkan kaum laki laki melakukan pekerjaan mem Batik. Tapi di daerah pesisir pekerjaan membatik adalah hal yang sudah lama lazim di lakukan oleh kaum laki-laki. Hal ini bisa di lihat batik dari kawasan pesisir memiliki karakter maskulin.
Pada awalnya batik memiliki corak dan warna yg terbatas dan beberapa corak hanya boleh di pakai oleh masyarakat dgn derajat sosial tertentu. Bahkan sampai saat ini, ada beberapa motif batik tadisional yang hanya boleh dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Dengan adanya pengaruh dari luar (pedagang asing) yang banyak terjadi dialami oleh batik di daerah pesisir (karena zaman dulu sarana transportasi antar negara adalah kapal laut, sehingga di daerah pesisir inilah yg mengalami banyak perpaduan dan pembaharuan ) sehingga batik semakin banyak ragam , warna dan coraknya.
Pengaruh dari Tionghoa adalah batik dgn warna merah cerah dgn corak phoenix. Sedangkan dari Eropa bisa di lihat dari corak bunga tulip, gedung dan kereta kuda dgn dominasi warna biru.
Yang paling mengesankan dari batik adalah teknik membatik sebenarnya telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada catatan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik batik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India.
Untuk mengerjakan Batik tulis adalah dengan menggunakan tangan, sehingga memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan untuk menyelesaikannya. Untuk Batik cap adalah dikerjakan dengan menggunakan sistem cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Sehingga Proses pembuatan batik jenis cap ini relatif lebih cepat yaitu butuh waktu kurang lebih 2-3 hari untuk menyelesaikannya.
Pada saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara negara Asia seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari INDONESIA, terutama dari JAWA. (update : Hopefully, Indonesia marketing products through the internet forward. Hopefully Batik Asia becomes inspiration for a young Indonesian. Go success Batik Asia )